Sunday, October 04, 2026

I Love the Bride

Sejak beberapa hari yang lalu, mama dan bapak sering mengiming-imingiku ; “Hayo Aa jangan ganggu adik, nanti gak diajak liat manten loh.”

“Ayo cepet mandi, besok Mama ajak liat manten.”

“Maem yang banyak, biar kuat liat manten,” dan lain-lain yang harus aku kerjakan supaya diajak liat manten hari Minggu kemarin.

Liat manten memang salah satu kegiatan favoritku selain menyanyi dan berjoget. Bagiku, manten itu sosok yang lucu karena dandanan mereka berbeda dengan orang lain.

“Besok liat mantennya Om Didit ya Ma?” tanyaku.

“Bukan, A. Yang jadi manten itu Om Anton,” jawab Mama. Mantennya Om Didit – sepupunya Bapak - adalah acara manten terakhir yang kulihat setahun lalu.

Minggu pagi, setelah semua siap, kami pun berangkat.

“Ini mau liat manten ya Ma?” tanyaku setelah mobil melaju.

“Iya, tapi ke rumah Tante Manda dulu ya,” jawab Mama.

Tante Manda? Oh aku ingat… Tante manda kan yang rambutnya kayak daun.

Sepanjang perjalanan udara panas sekali, AC mobil gak kerasa blas. Adik Vanya rewel, gak bisa bobok. Aku sih sebenernya juga kepanasan, tapi semangatku untuk liat manten mengalahkan segalanya.

Akhirnya kami sampai juga di rumah Tante Manda. “Halo Aksa,” sapa Tante Manda dan langsung duduk di sampingku. Waduh…mobil langsung terasa full pressed body neh, hehehe. Gak lama kami pun sampai di gedung tempat manten.

Awalnya, mama-bapak duduk berdekatan tapi gak lama mereka harus berpisah karena menurut panitia, tempat laki-perempuan dipisah (walau pada jam-2 terakhir aturan itu gak berlaku lagi). Akhirnya, aku ikut bapak, mama sama adik. Aku mulai kelaparan. Bapak memberiku kue. Lalu aku haus karena ternyata panitia tidak menyediakan minuman. Akhirnya aku dan Bapak terpaksa turun ke bawah mengambil botol minuman di dalam mobil.

Setelah lama menunggu, mantennya pun datang. Hatiku pun senang. “Om Antonnya lucu jadi manten. Da dah Om Anton,” kataku sambil melambaikan tangan saat pengantin melintas. “Pak, Aa mau duduk sama manten,” rengekku pada Bapak.

“Hussss…nggak usah. Jauh…” jawab bapak.

I Have a Sister!


Wah dah lama banget ya aku nggak ngisi blog-ku. Aku emang lagi sibuk banget nih… selain bermain, aku juga sedang sibuk dengan kehadiran adikku 29 Oktober 2007 lalu. Adikku perempuan, namanya Vanya Adya Madani artinya karunia Tuhan yang cantik dan santun. Adikku emang cantik banget lohhh…matanya lebar banget, rambutnya hitam lebat (gak kayak rambutku yang katanya kayak rambut jagung). Eits…tapi jangan salah, soal kulit, aku masih lebih putih dari adikku, hohohoho…

Awal adikku lahir, aku ngerasa sedikit aneh. Beberapa hari pas adik sudah pulang ke rumah, kerjaannya nangiiiiiiiissss mulu. Bahkan malam hari pun, dia sering nangis! Sampai-sampai mama memindahkan aku ke kamar depan bareng bapak. “Kasihan Aa… boboknya terganggu,” kata mama. Perhatian mama juga lebih banyak tercurah ke adik. Ini yang bikin aku kesel. Ternyata punya adik itu menyebalkan hu uh! Hmmm… aku punya ide.

Suatu malam, ketika mama sedang menggendong Dik Vanya, kupegang-pegang perut mama. “Ma, adik yang di perut mana?” tanyaku. “Lha ini adiknya mama gendong.,” jawab mama. “Ma, adiknya dimasukkan ke dalam perut aja lagi,” kataku berbinar-binar. Kontan mama dan bapak tertawa geli. “Yeee Aa…mama yg gak mau kalo adiknya balik ke perut,” tukas mama sambil jawil-2 pipiku. Yah…ternyata saranku gak diterima sama mama!

blogger templates | Make Money Online