Awal adikku lahir, aku ngerasa sedikit aneh. Beberapa hari pas adik sudah pulang ke rumah, kerjaannya nangiiiiiiiissss mulu. Bahkan malam hari pun, dia sering nangis! Sampai-sampai mama memindahkan aku ke kamar depan bareng bapak. “Kasihan Aa… boboknya terganggu,” kata mama. Perhatian mama juga lebih banyak tercurah ke adik. Ini yang bikin aku kesel. Ternyata punya adik itu menyebalkan hu uh! Hmmm… aku punya ide.
Suatu malam, ketika mama sedang menggendong Dik Vanya, kupegang-pegang perut mama. “Ma, adik yang di perut mana?” tanyaku. “Lha ini adiknya mama gendong.,” jawab mama. “Ma, adiknya dimasukkan ke dalam perut aja lagi,” kataku berbinar-binar. Kontan mama dan bapak tertawa geli. “Yeee Aa…mama yg gak mau kalo adiknya balik ke perut,” tukas mama sambil jawil-2 pipiku. Yah…ternyata saranku gak diterima sama mama!






0 comments:
Post a Comment